Ketika kuputuskan menikah
Serta merta kubawa mimpi-mimpi indahku
Akan kubawa cakrawala kesadaran
Akan kuraih kebebasan berekspresi
Akan kurengkuh kenikmatan ilahiyah
Di matanya
kulihat kedamaian
Dalam kelembutan dan kesabarannya
kulihat kebebasan
Dalam peluknya
terlukis kedamaian
Dalam ruang direlung hatiku
Masih memungkinkan seribu tanya
Dalam pikiranku
Masih terlintas seribu untaian hati yang rindu kebebasan berekspresi
Dalam sikapku
Terbesit geliat untuk maju
Lelakiku, jika kau ingin bersamaku
Kau harus tahu apa yang kumau
Lelakiku, jika kau mencintaiku
Pasti kau akan menerimaku apa adanya
Sebelum aku berkata tidak denganmu
Atau jangan menyentuhku
Tergiang ditelingaku kata-kata nenek yang kusayang
“cucuku jika menikah mendatangkan kebahagiaan
maka pertahankan
dan jika menikah mendatangkan malapetaka
maka lepaskanlah”
Cipinang, 15 maret 2006